Jumat, 25 Oktober 2013

Kenang 2

Aku ingin bercerita, ceritaku masih sama. Menceritakan yang patut ku ceritakan. Sepuluh jemariku selalu ingin bergoyang di papan yang membuahkan cerita. Begitu sangat sederhana ceritaku, sesederhana kisah kita. Aku dan kamu akan tetap menjadi kita. Kita yang sederhana tak memperdulikan sekitar, tak menghiraukan orang berbincang, tak mempermasalahkan apa yang dipermasalahkan, yang ada hanya kita yang sederhana.

Coba kau ingat-ingat berapa banyak aku dan kamu di media kenang? Berapa banyak aku dan kamu di masa kenang? Berapa banyak aku dan kamu sepanjang jalan menuju kenang? Tak terhingga. Terlalu banyak aku, kamu dan kita yang sederhana mengisi kehidupan satu sama lain. Memberi cerita baru untuk kenang, menggambarkan lukisan baru dalam ingatan.

Oh kenang... begitu singkat cerita yang kita buat. Begitu melekat noda yang kita tinggalkan. Begitu sederhana langkah kita menuju kenang. Melangkah beriringan, terpisah dipertengahan, namun kembali melangkah bersamaan pada lorong kegelapan. Tidak berjanji untuk kembali melangkah bersama, waktu yang membawa kita menuju kenang secara bersama. Berapa banyak kenang lagi yang akan kita buat?

Enyahlah kenang. Enyahlah dalam pikiranku, enyahlah dalam kehidupanku, enyahlah dalam nadiku. Biar kita menjadi kenang yang sesungguhnya. Agar tiada lagi kenang yang kita buat. Kenang-kenangan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar