Kamis, 31 Oktober 2013

Tiga Titik Berbeda

Kami dalam tiga titik berbeda, memiliki sikap dan sifat berbeda. Tentu dengan umur yang berbeda. Aku diantara ketiga titik berbeda yang paling muda. Dua titik lainnya, memiliki umur yang sama. Kita di tiga titik berbeda saling memberi kabar. Begitu yang sering kita lakukan, apakah akan tetap seperti ini atau yang tidak diinginkan terjadi? Aku pun tak mengetahui.

Kesunyian yang selalu ku dapatkan. Kesunyian yang selalu dia dapatkan. Dan kesunyian yang selalu dia dapatkan juga di tiga titik berbeda. Tercampur menjadi satu dalam candaan yang hambar, candaan yang sering kita lakukan. Aku lebih sering menjadi pendengar cerita karna aku tak punya cerita dan tak ingin mengarang cerita juga. Mungkin hidupku terlalu datar. Aku senang menjadi pendengar setia dua titik yang berbeda dengan cerita yang hampir sama, tentang cinta dan laki-laki. Aku sangat enggan bergelut dengan cinta, apalagi harus berurusan dengan laki-laki yang penuh dengan bualan dan kebohongan.

Memberi tanggapan dan masukan sepengetahuanku karna aku tidak mempunyai banyak pengalaman tentang cinta dan laki-laki, tentu tentang hidup pula. Umurku terlalu dini dan masih banyak yang belum ku ketahui. Dua titik berbeda berbagi cerita, yang berisi tentang pengalaman mereka, aku banyak belajar dari dua titik berbeda tersebut.

Aku menyayangi dua titik berbeda, yang akan tetap menjadi tiga titik berbeda. Mungkin disini bisa ku bilang, bahwa aku pasti akan berubah menjadi sosok titik yang menjengkelkan, entah kapan itu. Jangan enggan untuk menegur dikala aku yang sangat menjengkelkan. Semoga kita tidak menjadi sekedar titik dalam kalimat yang mengakhiri kalimat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar