Jumat, 23 Agustus 2013

Kelam?

Aku coba yang terbaik
Namun tiada yang berhasil
Aku dapatkan yang ku inginkan
namun bukan yang ku butuhkan
Saat aku merasa begitu lelah
Aku tak bisa memejamkan mata
Terjebak secara terbalik
Air mata hadir mengalir di wajahku
Kehilangan sesuatu yang tidak bisa aku gantikan
Seperti ketika aku mencintai seseorang, namun diabaikan
Mungkinkah lebih buruk?
Untuk apa aku berlari dalam kelam?
Sedang kabut pun tak mau menyibak
Untuk apa aku merindu pada malam?
Sedang senja tak mau usai
Namun bulan akan memandu jalan pulang
Memicu tulang belulang
Bersamaan secara berulang-ulang
Terhentikah langkahku pada senja yang tenggelam?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar