Aku rindu pada sosok makhluk tinggi besar sedikit aneh, namun unik. Tapi sepertinya rindu itu selalu diabaikan. Aku anggap rindu ini sekedar rindu biasa, yang nyatanya rindu ini sangat luar biasa. Entah..... tiada alasan kenapa rindu ini selalu muncul. Haruskah ku tumpas rindu ini? Haruskah ku hilangkan rindu ini? Semakin ku pungkiri bahwa rindu itu hanya sekedar rindu, malah semakin kuat rindu itu muncul dan menggebu meskipun aku tak berkomunikasi dengannya. Memunafiki, membohongi diri sendiri malah menyiksa diri sendiri. Ini yang hampir setiap hari aku lakukan, menggelisahkan, memikirkan orang yang belum tentu merasakan hal yang sama dengan ku. Aku berpikir cinta tak lagi sedang berpihak pada jendela kalbuku. Teringat ucapan seorang yang lebih pandai dariku 'biar kegelisahan itu terus dipelihara dalam diri, jadikan beban-beban fisik maupun non fisik itu sebagai motivasi." Itu yang selalu ku tanam dalam diri untuk menghadapi hal apapun, dan meyakinkan diri bahwa cinta akan segera berpihak pada jendela kalbuku. Maaf aku telah lancang merindu, mencinta dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar