Kamis, 25 April 2013

Salah. Menyesal. Kesempatan?

“Andai aku tak menyia-nyiakanmu,
pasti aku tak akan pernah kehilanganmu”

Baru kemarin saja ketika kita saling bertatap muka, kau bilang betapa bahagia dan bangganya pada diriku. Hampir satu tahun sudah terlewat dari hari itu, AKU RINDU. Kalau saja aku tahu apa yang terjadi pada hari esok tidak akan aku berjalan pergi dari sisimu. Apakah dirimu ceritakan ini kesalahanku?

Aku adalah kebodohanku yang terlelap dalam kata ‘cinta’. Aku adalah kebodohanku yang terus bersandar pada satu titik ‘cinta’. Aku adalah kebodohanku yang menyiakan ‘DIRIMU’ yang hadir begitu manis. Inilah aku yang membuang kesempatan hanya untuk kebodohan yang tak ada kepastiannya. Rasanya inginku caci maki, hina, hujam diriku sendiri. Bodoh! Kesal, tolol, sesal akhirnya, aku telah menyakiti diriku sendiri dengan menyakitimu.

Orang bilang “Sedalam apapun kau terjatuh, Tuhan akan memberikan kesempatan kedua untukmu” Apakah saat ini berlaku kalimat tersebut untuk diriku? Apakah ada ‘kesempatan kedua’ untuk diriku? Ya saat itu aku bodoh tak tahu apakah tindakan yang aku lakukan baik atau buruk untuk diriku. Nyatanya aku menyesali semua keputusan dan tindakan yang aku lontarkan. Kemudian kini ku coba membina dan memperbaikinya kembali namun nyatanya tak ada celah sedikitpun. Apakah ia sudah sangat membenciku? Apakah ia tidak sudi menoleh sedikit kebelakang untuk melihatku?

Jika aku mempunyai satu hari bersamamu, aku akan memberitahu pada dirimu berapa banyak kata sesal dan rindu untukmu. Namun kini sudah pergi dan entah ada lagi atau tidak hari itu.

“Second chances are rare, use your first chance wisely” - mendung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar