“Andai aku tak
menyia-nyiakanmu,
pasti aku tak
akan pernah kehilanganmu”
Baru kemarin saja ketika kita saling bertatap muka, kau bilang betapa
bahagia dan bangganya pada diriku. Hampir satu tahun sudah terlewat dari hari
itu, AKU RINDU. Kalau saja aku tahu
apa yang terjadi pada hari esok tidak akan aku berjalan pergi dari sisimu. Apakah
dirimu ceritakan ini kesalahanku?
Aku adalah kebodohanku yang terlelap dalam kata ‘cinta’. Aku adalah
kebodohanku yang terus bersandar pada satu titik ‘cinta’. Aku adalah
kebodohanku yang menyiakan ‘DIRIMU’
yang hadir begitu manis. Inilah aku yang membuang kesempatan hanya untuk
kebodohan yang tak ada kepastiannya. Rasanya inginku caci maki, hina, hujam
diriku sendiri. Bodoh! Kesal, tolol, sesal akhirnya, aku telah menyakiti diriku
sendiri dengan menyakitimu.
Orang bilang “Sedalam apapun kau terjatuh, Tuhan akan memberikan kesempatan
kedua untukmu” Apakah saat ini berlaku kalimat tersebut untuk diriku? Apakah
ada ‘kesempatan kedua’ untuk diriku? Ya saat itu aku bodoh tak tahu apakah
tindakan yang aku lakukan baik atau buruk untuk diriku. Nyatanya aku menyesali
semua keputusan dan tindakan yang aku lontarkan. Kemudian kini ku coba membina
dan memperbaikinya kembali namun nyatanya tak ada celah sedikitpun. Apakah ia
sudah sangat membenciku? Apakah ia tidak sudi menoleh sedikit kebelakang untuk
melihatku?
Jika aku mempunyai satu hari bersamamu, aku akan memberitahu pada dirimu berapa banyak kata sesal dan rindu untukmu. Namun kini sudah pergi dan entah ada lagi atau tidak hari itu.
“Second chances are rare, use your first chance wisely” - mendung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar