Senja baru saja menetas di bibir pantai
Menggiring burung dara berarak-arak pulang bergandengan
Malam tengah menyiapkan gelapnya di bibir keramaian
Menuntunku pada kenang disuatu hari yang lalu
Rindu hati merayu untuk bercengkrama pada sembilu
Riuh celoteh tak membuyarkan lamunanku mengingatmu
Berputar-putar di lorong waktu yang lalu
Kutemukan dirimu dengan kemeja batik lusungmu
Terbayang punggung kekar dari belakang
Rambut hitam dan lebat yang menjulang
Kulit kecoklatan meskipun tak cemerlang
Tubuh tinggi tak setinggi burung terbang
Dan fajar kembali menetas dikaki langit
Membiarkan burung dara berkicau penuh semangat
Waktu yang membunuh tiap jedanya
Khayal ku terhenti dengan bising kicauannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar