Aku kian dibodohi pada bias perih yang merintih
Merengek sakit pada cicak beredecak di tengah malam
Tiada memecahkan sepi yang menopang jiwa rintih
Menangis itu bukan lagi bagianku
Sejak melontarkan sumpah untuk tidak mengeluarkan air mata
Namun terkadang aku
menginginkan dia datang
Biar sakit ini sedikit
ditepiskannya dari tubuhku
Kompak mengiris-ngiris jiwa, namun tak setitik air itu pun menetes
Ketidakberdayaan ini buatku jadi lunglai, berkali-kali aku terdera tanpa darah
Tapi sang tangis makin menjauh seolah dendam kepadaku
Apa aku sudah terbiasa tanpa tangisku?
Aku iri melihat tangis pada mereka, aku ingin memilikinya
Bila kau menemukan tangis di sana, berikan padaku beberapa titik tangis itu
Meskipun hanya beberapa titik, biar aku merasakan
Jika kau temukan dan tak mau berbagi
Paling tidak kau ceritakan saja, biar aku hayati bagaimana rasanya tangis itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar