Jumat, 15 Maret 2013

Teater Koma - Sampek Engtay

Semua penjuru tahu bahwa adanya pementasan Teater Koma di Gedung Kesenian Jakarta - Pasar Baru sejak 12 Maret hingga 23 Maret 2013. Semua orang berburu menyerbu tiket dari jauh-jauh hari. Alhamdulillah saya salah satu orang yang mendapatkan tiket undangan dari Teater Koma pada hari pertama pertunjukan dimulai (12 Maret 2013).
Pementasan yang sudah berkali-kali digarap oleh sang Sutradara (Nano Riantiarno) kali ini pementasan tersebut mengangkat kisah cinta yang klasik dari tanah tiongkok “Sampek Engtay dari Betawi, Bukan Cinta yang Biasa”. Opening dengan kostum seragam putih bernuansa Tionghoa dengan nyanyian merdu dan gerakan yang berseragam terlihat sedap dipandang. Pertunjukan yang membuat gereget para penonton sampai enggan untuk beranjak dari tempat duduk saat beristirahat, termasuk aku enggan bangun dari kursi yang aku duduki.
Dari segi berdialog para aktor dan aktris memiliki karakter masing-masing, warna suara yang berbeda dan dapat menguasai perannya tersebut. Dalam pementasan ini aku suka banget dengan warna suara Eng Tay (Mba Tuti) dan Om dudung (aku lupa perannya apa namanya). Jatuh cinta banget deh sama Om dudung hihi. Aku mau latihan vokal terus dan mencari warna suara ah biar bisa kaya mereka.
Karakteristik yang berbeda yang dimainkan sebagai pembantunya Engtay itu menimbulkan keunikan tersendiri, dahsyat. Dia bisa mengolah tubuhnya menjadi keunikan yang menonjol di setiap adegan. Bang Ade sendiri dapat menguasai dirinya sebagai peran Sampek. Berlaga seorang pria yang polos dengan kebodohannya, keren! Mba Tuti sebagai Engtay yang mempunyai warna suara yang dahsyat! Om dalang yang menjengkelkan, Mba Rita sebagai seorang ibu dari Sampek, Ibu Ratna Riantiarno sebagai Ibu dari Engtay, dan masih banyak aktor dan aktris yang gak mungkin bisa aku detailin komennya. Yang pasti dahsyat!
‘Siang malam berbantal air mata, Sampek hanya ingat Engtay tercinta’ setiap harinya yang keluar dari mulut Sampek hanya menyebut nama Engtay. Kisah cinta klasik yang unik bagai kisah Romeo and Juliet, Pronocitro dan Layonsari, serta lainnya. Kekuatan cinta yang tidak dapat memisahkan Sampek dan Engtay, luar biasa!
Bermain imajinasi yang luar biasa diatas panggung (saat adegan di taman bunga dan lompat dari balkon rumah). Artistik yang mendukung banget, lighting yang oke, wow banget. Gak lupa juga kasih jempol buat pemain musik yang WOW!
Kostum-kostum yang bernuansa tionghoa, make up yang berkhas ala TEATER KOMA, Artistik oke, Lighting sip, Para Pemain yang dahsyat semangatnya. Tentunya keren juga untuk segenap Pemain di belakang panggung seperti, Crew Teater Koma, Blackman, Penata Rias, Penata kostum dan lainnya. Congratulation for Teater Koma. Ekspektaaa banget Pertunjukannya!
Rasanya aku pengen banget nonton pementasannya lagi tapi nangadong hepeng. Kemarin aja bisa nonton karna dapet tiket undangan hihi. Dan nyesel banget kemaren gak bisa dokumentasiin pementasannya perihal gak ada Camera yang mendukung.
Sukses buat Teater Koma!! Tetap Koma Jangan Berubah Titik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar