Semua penjuru tahu bahwa adanya pementasan
Teater Koma di Gedung Kesenian Jakarta - Pasar Baru sejak 12 Maret
hingga 23 Maret 2013. Semua orang berburu menyerbu tiket dari jauh-jauh
hari. Alhamdulillah saya salah satu orang yang mendapatkan tiket
undangan dari Teater Koma pada hari pertama pertunjukan dimulai (12
Maret 2013).
Pementasan yang sudah berkali-kali digarap oleh sang Sutradara (Nano
Riantiarno) kali ini pementasan tersebut mengangkat kisah cinta yang
klasik dari tanah tiongkok “Sampek Engtay dari Betawi, Bukan Cinta yang
Biasa”. Opening dengan kostum seragam putih bernuansa Tionghoa dengan
nyanyian merdu dan gerakan yang berseragam terlihat sedap dipandang.
Pertunjukan yang membuat gereget para penonton sampai enggan untuk
beranjak dari tempat duduk saat beristirahat, termasuk aku enggan bangun
dari kursi yang aku duduki.
Dari segi berdialog para aktor dan aktris memiliki karakter masing-masing,
warna suara yang berbeda dan dapat menguasai perannya tersebut. Dalam
pementasan ini aku suka banget dengan warna suara Eng Tay (Mba Tuti) dan
Om dudung (aku lupa perannya apa namanya). Jatuh cinta banget deh sama
Om dudung hihi. Aku mau latihan vokal terus dan mencari warna suara ah
biar bisa kaya mereka.
Karakteristik yang berbeda yang dimainkan sebagai pembantunya Engtay
itu menimbulkan keunikan tersendiri, dahsyat. Dia bisa mengolah tubuhnya
menjadi keunikan yang menonjol di setiap adegan. Bang Ade sendiri dapat
menguasai dirinya sebagai peran Sampek. Berlaga seorang pria yang polos
dengan kebodohannya, keren! Mba Tuti sebagai Engtay yang mempunyai warna
suara yang dahsyat! Om dalang yang menjengkelkan, Mba Rita sebagai
seorang ibu dari Sampek, Ibu Ratna Riantiarno sebagai Ibu dari Engtay,
dan masih banyak aktor dan aktris yang gak mungkin bisa aku detailin
komennya. Yang pasti dahsyat!
‘Siang malam berbantal air mata, Sampek hanya ingat Engtay tercinta’
setiap harinya yang keluar dari mulut Sampek hanya menyebut nama Engtay.
Kisah cinta klasik yang unik bagai kisah Romeo and Juliet, Pronocitro
dan Layonsari, serta lainnya. Kekuatan cinta yang tidak dapat memisahkan
Sampek dan Engtay, luar biasa!
Bermain imajinasi yang luar biasa diatas panggung (saat adegan di
taman bunga dan lompat dari balkon rumah). Artistik yang mendukung
banget, lighting yang oke, wow banget. Gak lupa juga kasih jempol buat
pemain musik yang WOW!
Kostum-kostum yang bernuansa tionghoa, make up yang berkhas ala
TEATER KOMA, Artistik oke, Lighting sip, Para Pemain yang dahsyat
semangatnya. Tentunya keren juga untuk segenap Pemain di belakang
panggung seperti, Crew Teater Koma, Blackman, Penata Rias, Penata kostum
dan lainnya. Congratulation for Teater Koma. Ekspektaaa banget
Pertunjukannya!
Rasanya aku pengen banget nonton pementasannya lagi tapi nangadong
hepeng. Kemarin aja bisa nonton karna dapet tiket undangan hihi. Dan
nyesel banget kemaren gak bisa dokumentasiin pementasannya perihal gak
ada Camera yang mendukung.
Sukses buat Teater Koma!! Tetap Koma Jangan Berubah Titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar