Sabtu, 01 Juni 2013

Sajak Juni Untuk Dia

Dia memandangku,
Aku pura-pura tersenyum agar dia tak tahu
Dia memandangku,
Aku pura-pura menegur agar dia tak tahu
Dia bicara padaku,
Aku mendengarkan dengan sungguh
Dia bicara padaku,
Aku tertawa karna sungguh lucu sekali
Dia bilang dia mabuk kepayang,
Akhirnya dia menyadari
Dalam hati ku bertanya,
Apakah dia tahu dialah yang ku pikirkan tiap malam?
Dialah alasan senyum manisku
Dialah alasan tetesan air dimataku
Dialah alasan tawa dihariku
Dialah alasan kejenuhan dimalamku
Satu-satunya yang terus membuatku berharap
Berharap pada bintang harapan
Dialah lagu di mobil yang terus ku nyanyikan
Dia jalan di sampingku,
Tahukah dia bahwa aku tak dapat bernafas?
Dan itupun terjadi, begitu sempurna
Kesempurnaan yang ku harap bisa ku miliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar