Dia memandangku,
Aku pura-pura tersenyum
agar dia tak tahu
Dia memandangku,
Aku pura-pura menegur agar
dia tak tahu
Dia bicara padaku,
Aku mendengarkan dengan
sungguh
Dia bicara padaku,
Aku tertawa karna sungguh
lucu sekali
Dia bilang dia mabuk
kepayang,
Akhirnya dia menyadari
Dalam hati ku bertanya,
Apakah dia tahu dialah yang
ku pikirkan tiap malam?
Dialah alasan senyum
manisku
Dialah alasan tetesan air
dimataku
Dialah alasan tawa dihariku
Dialah alasan kejenuhan
dimalamku
Satu-satunya yang terus
membuatku berharap
Berharap pada bintang
harapan
Dialah lagu di mobil yang
terus ku nyanyikan
Dia jalan di sampingku,
Tahukah dia bahwa aku tak
dapat bernafas?
Dan itupun terjadi, begitu
sempurna
Kesempurnaan yang ku harap
bisa ku miliki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar