Hari ini, tepatnya tanggal 27 Maret 2013
adalah hari teater sedunia. Selamat hari teater sedunia untuk para seniman dan
kalian semua yang cinta pada teater.
“Teater, kita harus membangkitkan hasrat
mencari pemahaman, keasyikan untuk mengubah kenyataan” Begitu yang dikatakan
oleh Bertolt Brecht (1898 – 1956). Menurutku teater adalah laci kecil yang
di dalamnya bisa berisi apa saja, dan teater juga kebutuhan bagi hidupku, yang sudah terlanjur nyaman dalam diri. Menurut kalian??
Kecintaan aku pada seni membuatku makin penasaran
dan terus mempelajari tentang seni apapun, salah satunya, Seni Teater. Awalnya
dari mencoba ingin tahu Teater itu apa ketika masuk SMA Negeri 94 Jakarta, hingga
saya jatuh cinta pada Teater. Aku mengikuti Ekstrakulikuler Teater yang di
Sutradarai oleh Budi Yasin Misbach, biasa dipanggil Bang Budi. Beliau adalah
sutradara dan sekaligus sudah seperti Ayah kedua kami. Teater Nona Tetra nama
Group Teater tersebut. Teater yang berdiri sejak tahun 2003, saya bergabung
sejak tahun 2009, ketika Teater tersebut berusi 6 Tahun.
WOW serius sekali si Sutradara ini
Ini aku dan Sutradaraku yang sekaligus sebagai Ayah kedua kami
Ini adalah foto pementasan pertama saya dalam ajang Pra FESTIVAL TEATER JAKARTA ke 37 Tahun 2009 dalam lakon "WAH" karya Putu Wijaya
Baru bergabung dalam Teater Nona Tetra langsung bermain di ajang Pra FTJ ke 37, disini aku mendapatkan peran sebagai trio tikus dengan viona dan ka (yah saya lupa namanya). Lakon berjudul WAH karya Putu Wijaya ini menceritakan tentang para maling yang belajar dengan gurunya. Heh tau gak? Sesama maling dan guru maling ternyata saling mencuri. Pementasan ini juga di pentaskan pada ajang FESTIVAL TEATER PELAJAR tahun 2009. Kemudian pada tahun 2010 kembali mengikuti ajang FTP di Jakarta Barat. Membawakan naskah dengan lakon GRAFITTO karya Akhudiat. Kegilaan demi kegilaan yang dilalui bersama TEATER NONA TETRA selalu berkesan.
Ini aku loh dengan kostumku dalam lakon GRAFITTO karya Akhudiat sebagai Dewi Ratih
Pada FTP ke X tahun 2011 Group Teaterku membawakan naskah dengan lakon LOS karya Putu Wijaya. Dalam pementasan ini aku berperan sebagai pemimpin (masuk kategori aktris terbaik loh) wkwk. Teater Nona Tetra pada FTP ke X ini membawa 9 piala, diantaranya Juara ke 2, artistik, sutradara, musik, kostum, make up, maket, pimpro dan lighting (itu kategori seingatku, kalo salah yaa maaf namanya juga manusia, pelupa hihi). Wow sekaliiiiiiiiii. Pementasan ini juga dipentaskan kembali dalam ajang Lomba Teater Tingkat SLTA Se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh Fakulas Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta di Cikini. Alhamdulillah Group TEATER NONA TETRA sebagai Juara Umum dalam ajang tahun 2012 ini.
Firda sebagai Pemimpin dalam lakon LOS karya Putu Wijaya
Aku dan TEATER NONA TETRA dalam lakon LOS karya Putu Wijaya
Pada FTP ke XI tahun 2012 Group Teater Nona Tetra membawakan naskah dengan lakon BOR karya Putu Wijaya yang disutradarai oleh Budi Yasin Misbach. Dalam pementasan ini aku sebagai salah seorang. Dan ini pementasan terakhir dalam ajang FESTIVAL TEATER PELAJAR untuk tahun berikutnya udah gak bisa ikut, kan statusnya bukan pelajar lagi.
Firda sebagai salah seorang dalam lakon BOR karya Putu Wijaya
Setelah lulus dari SMA Negeri 94 Jakarta semangatku dalam Ber-Teater tak putus sampai di situ. Aku kini melanjutkan pembelajaran Teaterku di TEATER ALAMAT (Angkatan Lama SMA 94) yang disutradarai oleh Budi Yasin Misbach juga. Rasanya berteater sudah melekat dalam tubuhku, sudah menjadi bagian hidupku seperti mandi, makan, tidur yang harus dipenuhi. Sehari tak berteater seperti sehari tak hidup.
Seniman teater latihannya seumur hidup, tak ada pensiun buat seorang seniman kecuali, mati. SELAMAT HARI TEATER SEDUNIA. KATAKAN AKU CINTA TEATER KEPADA DUNIA.
Next time aku sambung cerita tentang TEATER ALAMAT yaw ;;)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar